in

Hidup Dengan Banyak Gaya Hanya Akan Membuatmu Sulit Merasa Bahagia

Dan pastinya kau akan lupa kepada evaluasi Allah, sedangkan kalau kau lupa pada evaluasi Allah maka jangan harap ketenangan hidup akan dirasa tepat dalam hidupmu.

Kamu akan senantiasa gundah oleh penilian manusia, kalau yang kau pentingin hanyalah gaya hidup. Karena pada hakekatnya keputusan untuk bergaya itu hanya untuk memuaskan mata. Mata siapa? Mata manusia, alasannya dimata Allah yang bernilai dari kita yaitu hati dan kebaikan kita, bukan harta maupun rupa.

Sedikit-sedikit kau akan merasa gelisah kalau yang ada dipikiranmu hanya bagaimana caranya kau tetap dengan gaya yang selalu sanggup menciptakan orang lain takjub melihatmu.

Apalagi kalau pada kesannya perjuangan yang kau lakukan untuk tampil tepat sama sekali tidak menerima kebanggaan dari mereka, maka tentu kau akan sangat merasa terusik dan tersiksa lantaran tidaka terima.

Iya, kalau yang ada dalam benakmu hanya bagaimana cara menikmati hidup dengan penuh gaya, maka tentu sedikit-sedikit kau akan merasa terusik, mengapa? Karena kebanggaan insan tentunya akan terus saja membuatmu selalu merasa tenang, takut nanti gaya yang telah kau maksimalkan tidak tepat dimatanya.

Dan kalau telah begitu, maka sedikit-sedikit kau akan mengeluh dan akan menyalahkan takdir Allah, alasannya menurutmu takdir-Nya tak seasik yang kau harapkan.

Padahal apapun yang menjadi ketetapan-Nya, dan ihwal harapanmu pada-Nya sudah dipersembahkan dengan sangat sempurna, hanya saja kebuataanmu dalam bersyukur telah menutup segalanya.

Dan pastinya kalau gaya yang kau dahulukan dalam menikmati hidup, maka sedikit-sedikit kau akan merasa jenuh. Karena kalau kau membiasakan hidup dengan yang demikian, maka sama halnya kau telah hidup dalam ketakutan-keatakutan, alasannya selalu dihantui perasaan bagaimana kalau orang lain nantinya akan menghinakanmu.

Sedangkan kalau kita membiasakan diri hidup sederhana, hidup dengan cukup mengharapkan evaluasi Allah, maka tentu setiap incinya kita kehidupan akan senantiasa kita nikmati dengan bijak dan penuh akan kedamaian.

Sumber Artikel: humairoh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *